Pidato Tentang Ibu

Posted on
loading...

Pidato tentang ibu adalah sebuah pidato yang sangat mengharukan. Ini sebenarnya juga merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelaskan, mengapa setiap kali membicarakan persoalan ibu seseorang akan banyak yang terharu. Hanya terharu, bukan sedih. Barangkali memang sebuah takdir. Ibu adalah sosok yang sangat luar biasa, ia memiliki banyak sekali jasa bagi anak anaknya, namun sama sekali tak pernah mengharap imbalan. Apapun.

Seperti layaknya sebuah laku yang sangat terkenal, Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Ibu memang sangat mulia, tiada seorang pun di dunia ini yang memiliki perjuangan paling hebat melainkan ibu kita masing masing.

Untuk anda yang saat ini sedang mempersiapkan sebuah pidato tentang ibu, yang barangkali akan anda gunakan untuk menyambut hari ibu atau untuk menggambarkan sosok ibu dalam berbagai macam acara yang berkaitan dengan jasa seorang ibu maka anda dapat menyampaikan banyak hal. Ibu adalah sosok yang memiliki banyak definisi, dan semuanya merupakan sebuah definisi yang penuh arti dan makna.

Pidato Tentang Ibu

Siapapun orang di dunia ini tentu saja ingin selalu menjaga dan melakukan segala hal supaya ibunya bahagia. Ini adalah wujud balas budi yang walau bagaimana pun juga tak akan mampu menutup semua hal yang pernah dilakukan ibu pada kita sebagai anak anaknya. Namun, sayang pernyataan semua orang di dunia tampaknya harus direvisi. Hal tersebut dikarenakan masih ada orang orang bodoh yang melakukan hal bodoh pada ibunya masing masing.

Kita semua jelas sangat hafal cerita soal Malin Kundang yang teramat terkenal itu. Ia menjadi salah satu sosok yang menginterpretasikan seorang yang durhaka pada sang ibu. Sosok yang sangat harus benar benar tak ditiru oleh anak anak di seluruh dunia. Betapa teganya seorang Malin Kundang yang tak mengakui ibunya sendiri hanya karena ia telah menjadi seseorang yang memiliki banyak harta. Sukses. Kaya raya.

Ini barangkalai bisa menjadi sebuah bahan untuk menyusun pidato tentang ibu. Membahas sebuah cerita durhaka supaya tidak ada lagi orang orang yang bersikap bodoh pada ibunya dengan cara tidak mengakui atau bahkan tidak menghormati. Sangat tidak pantas seorang anak bersikap demikian pada ibunya.

Contoh Pidato Tentang Ibu Islami

Assalamualaikum.wr. wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala sekolah beserta bapak dan Ibu Guru, dan teman-teman yang saya sayangi serta saya banggakan. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq, hidayah, serta inaya-Nya, sehingga kita dapat  berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat beserta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada Nabi agung Muhammad SAW, yang kita nantikan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Ibu, ialah lambang cinta abadi, pengorbanannya hakiki, dan pribadi utusan Ilahi di muka bumi.

Namun dibalik mulianya seorang Ibu, keberadaan seorang Ibu terkadanng tidak dimuliakan bagi sebagian orang. Bukankah kita pernah mendengar kisah malin kundang, yang dikutuk Ibunya menjadi batu karena kedurhakaannya terhadap Ibunya sendiri? Banyak pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah tersebut, akan perlunya berbakti dan taat kepada seorang Ibu.

Meskipun pada zaman modern ini tidak ada anak yang dikutuk menjadi batu seperti halnya kisah malin kundang tersebut, akan tetapi  sifat kedurhakaan terhadap Ibu yang dimiliki malin kundang masih diwarisi oleh beberapa anak di era modern ini. Apabilakita melihat dan mengamati di sekelilling kita, bukankah di sana masih terdapat pula anak yang berkata dan bertindak kasar, melakukan perilaku buruk, bahkan mendurhakai Ibunya sendiri. Padahal darinyalah kita dilahirkan ke dunia ini.

Allah berfirman dalam QS. Luqman: 14, yang berbunyi:

 

وَوَصَّيْنَاالإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَي وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْلِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ المَصِيْرُ

Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu-Bapaknya, Ibu telah menngandunngnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu”. (QS. Luqman, 31:14)

Ingat lah bahwa Ibu adalah sosok mulia yang telah melaksanakan 3M untuk kita, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Bahkan lebih dari itu, Ibu ialah orang yang dengan ketulusannya telah merawat kita dari kecil hingga tumbuh dewasa tanpa mengharap sepeserpun imbalan. dengan begitu besarnya pengorbanan seorang Ibu, maka sudah sepantasnya lah kita berbuat baik, berbakti, serta menyayanginya.

Dahulu ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”

Kemudian, Rasulullah menjawab:

“Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudaian Ayahmu dan yang lebih dekat denganmu dan yang lebih dekat denganmu.” Dari sinilah kita sudah selayaknya tahu, betapa tinggi dan mulianya keberadaan ibu dalam kehidupan kita.

Di antara keajaiban syari’at Islam ialah dimana Islam memerintahkan kita berbuat baik kepada Ibu, meski ia musyrik sekalipun. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan Ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturahmi dengan Ibumu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Teman-teman yanng dirahmati Allah,

keberadaan Ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan diberikannya hak-hak, maka ia juga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan serta menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah Swt dengan menjalankan perintah-nya dan menjauhi larangan-nya.

Oleh karena itu, terdapat beberapa kewajiban kita terhadap orang tua:

  1. Taat dan berbakti kepada orang tua.
  2. Mendo’akan kedua orang tua.
  3. Menjaga ucapan kita agar berbicara dan berbuat baik kepada orang tua.

Demikian beberapa pedoman kita untuk berbuat baik terhadap orang tua terutama Ibu. Semoga Ibu, Ayah, maupun saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di surga Allah atas keridhloan-nya. Amin amin ya robbal ‘aalamin.

Jadi, sebagai seorang anak hendaklah kita berbakti terhadap orang tua, terutama Ibu. Dimana keridhaan Ibu adalah ridha Allah, dan kemurkaan seorang Ibu adalah kemurkaan Allah pula.

Sebelum saya mengakhiri pidato saya, marilah bersama-sama kita berdoa untuk kedua orang tua kita:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Aamin……

Demikian sedikit penjelasan yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat tutur kata atau tingkah laku yang kurang berkenan di hati Bapak Fahrur Rozi maupun teman-teman. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan saya hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan dosa.

Walssalamualaikam Wr.Wb.

Sumber: http://sofianamita99.blogspot.co.id/2014/12/pidato-islam-tentang-ibu.html

Ibu adalah sosok yang tidak bisa digambarkan dengan apapun. Bunga yang indah? Tidak, ibu jauh lebih berharga daripada hal tersebut. Ibu merupakan sosok sempurna yang ada di dunia ini. Bahkan saking sempurnanya, Tuhan menghadiahkan letak surga yang berada di bawah telapak kakinya. Betapa mulianya ibu.

Untuk membuat pidato tentang ibu yang terbaik. Maka seseorang harus betul-betul mengenal ibunya. Tak perlu banyak teori yang muluk muluk, dengan menceritakan perjuangan ibunya sendiri dalam mengurus anak anaknya secara sederhana, jelas akan menarik perhatian yang sangat menyentuh hati.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *